Cerita bokep semasa SMU

Cerita bokep semasa SMUby masbroon.Cerita bokep semasa SMUPerkenalkan, namaku Bobby. Ini cerita ku Semasa SMU. Pada saat itu Umurku 17 tahun, sedang proses ke 18 tahun. Aku baru saja menyelesaikan sekolahku dan lanjut ke suatu universitas di Medan. Aku ingin menceritakan kejadian menyenangkan bersama pacarku ketika sedang dirumah. Pacarku bernama Bella. Umurnya baru 17 tahun, biarpun umur kami sama, tetapi dia lebih […]
 cerita bokep

cerita bokep

Perkenalkan, namaku Bobby. Ini cerita ku Semasa SMU.

Pada saat itu Umurku 17 tahun,
sedang proses ke 18 tahun. Aku baru saja
menyelesaikan sekolahku dan lanjut ke suatu
universitas di Medan. Aku ingin menceritakan
kejadian menyenangkan bersama pacarku ketika
sedang dirumah.
Pacarku bernama Bella. Umurnya baru 17 tahun,
biarpun umur kami sama, tetapi dia lebih muda 1
tingkatan di bandingkan aku. Bella memiliki
tinggi badan yang bisa dibilang lebih pendek dari
tinggiku. Dia mempunyai tinggi badan sekitar
155-165 cm. Badannya bisa dibilang berisi (tapi
bukan gendut). Bella memiliki rambut bewarna
hitam dan panjangnya sedada.
Singkat cerita, kejadian ini terjadi ketika aku baru
menyelesaikan sekolah SMA ku, dan dia baru
menyelesaikan tingkat 2 SMAnya.
Aku dan Bella berstatus pacaran, bukannya
sombong, kebetulan kami berdua adalah salah
satu murid teladan dari SMA kami masing-
masing dan kami berdua belum memiliki
pengalaman apapun tentang seks. Karea
perasaan ingin tau, kami sering membincangkan
tentang seks lewat aplikasi sosial (bbm). Tentu
saja kami berdiskusi tidak seperti orang-orang
mesum lainnya. Kami berdiskusi memakai
bahasa biologi yang biasa di pakai ketika kita
belajar biologi tentang sistem reproduksi.
Ketika masuk berbincangan tentang sperma,
Bella penasaran tentang warna dan bentuk
sperma. Jadi aku menawarkan untuk
mengirimkan foto spermaku dan mengirim
fotonya. Bella meng-iyakan.
Beberapa hari sebelum pembahasan ini kami
sudah membahas tentang cara keluar sperma
dan onani yang biasa dilakukan oleh lelaki, dan
akupun mengakui bahwa kadang-kadang onani
kalau lagi pengen. Jadi dia tidak heran lagi
gimana aku mendapatkan foto sperma tersebut.
Setelah selesai onani, aku-pun mengirimkan foto
spermaku tadi. Setelah terkirim, akhirnya kami
membahas tentang sperma lagi. Selain
mumpung dan karena ingin tau, aku juga
menanyakan dimana letak titik rangsangan
wanita (memang ngga tau karena belum pernah
ngapa-ngapain) . Bella menyebutkan bahwa
setiap wanita itu memiliki titik rangsangan yang
berbeda-beda. Akhirnya dia menyebutkan semua
titik rangsangan ditubuhnya. Salah satu titik itu
adalah di bawah pusar.
B : Bella
A : Aku

B : Waktu itu pernah ngelus dibawah puser, eh
tiba-tiba mendesah. Sempat kaget juga karena
ngga tau kalau itu titik rangsangan
A : Besok kalau ketemu kk elus ah *sambil
ngegoda* (Berhubung dia lebih muda, jadi aku
manggil adek dan dia manggil kk)
B : Ngga boleh! squint emotikon
A : Ah pelit amat, sama pacar sendiri juga
Lalu berlanjutlah chat kami berdua tadi. Karena
penuh penasaran, ane meminta untuk mencoba
titik rangsangan yang dia miliki, dia mengiyakan
kecuali dada dan alat kelaminnya. Karena itu
privasi yang berharga makanya dia ngga ngasih
aku mencoba titik rangsangan ditempat tersebut.
Beberapa Hari Kemudian
Beberapa hari kemudian, kami bertemu
dirumahku (memang biasa kalau mau ketemu
selalu kerumahku).
Aku membukakan pintu dan langsung
menyuruhnya masuk. Sedikit info, aku memiliki
dua kamar. Pertama kamar yang terletak di
depan (jadi kalau orang dateng bisa langsung
ngajak ke kamar depan), satu lagi kamar yang
terletak di tengah rumahku.
Biasanya aku dan bella selalu berduaan di kamar
depan. Awalnya kami menonton film dikomputer,
mungkin karena lelah, Bella-pun pergi ketempat
tidur lalu memainkan HP-nya.
A : *duduk disebelah Bella* Capek ya?
B : Iya nih, ngantuk. Pengen tiduran dulu
Tiba-tiba aku baru sadar, kalau wajah kami
terlalu dekat. Entah apa yang memberanikanku,
aku mulai mencium bibir bella. Kami mulai
beradu bibir dan saling bertukar air liur. Karena
baru pertama kali, jadi kami masih canggung.
Sekitar 5 menit kami berciuman, akhirnya aku
terpikir pembahasan kami sewaktu membahas
titik rangsangan. Aku-pun mulai mencobanya.
Aku mulai menciumi lehernya. Bella mendesah
lembut “ehmm, ahhhh” . Aku yakin, pada saat itu
dia pasti merasakan nikmat yang belum pernah
dirasakan. Aku mulai menggerayangi lehernya,
kucium dengan lembut.
Setelah mencium leher, aku menatap wajahnya
yang keenakan mendesah. Wajahnya menjadi
lebih manis dari yang sebelumnya. Dia
menatapku lalu memelukku. Mungkin Bella malu
ketika kulihat wajahnya yang sedang mendesah
keenakan. Aku membalas pelukkannya dengan
erat. Setelah berpelukan, aku mulai menciumi
telinganya. Dia mendesah lebih kencang dari
yang sebelumnya. “Ehhmm, ahhhhh. Shhh
ahhhhh” . Mendengar desahannya, aku semakin
semangat menciumi telinganya. Akhirnya aku
mencium bibirnya kembali lalu beristirahat.
Kami berdua tiduran di atas tempat tidur sambil
memasang muka malu. Karena sudah selesai,
aku mengambil HP yang sedang ia mainkan.
Karena tidak terima dia akhirnya ingin merampas
HPnya dari tanganku. Akhirnya aku telungkup
dan menyembunyikan HPnya dibawah perutku.
Tiba-tiba dia menimpaku dan mencoba merebut
HPnya. Karena tidak bisa diambil, tiba-tiba dia
mencium telingaku. Otomatis aku kaget sekaligus
keenakan. Aku mendesah karena merasakan geli
yang sangat amat. “Ahhh, jangan dicium. Geli.
Ehmmm”
Dia tidak mendengarkanku, akhirnya aku berbalik
badan dan mencium bibirnya. Aku memberingkan
dia lalu mencium kembali bibirnya. Karena sudah
nafsu, aku ingin mencium perutnya. Karena
belum berani, aku menanyakannya terlebih
dahulu.
A : Kk cium ya perutnya?
B : *Cuma mengganguk*
Akhirnya ku angkat bajunya sampai dibawah
dada, lalu aku menciumi perutnya. Kulitnya
mulus membuatku tambah ingin menciumi
semua tubuhnya. Lalu setelah menciumi, aku
mengelus-elus dibagian bawah pusarnya. Dia
mulai mendesah “Uhmm. Eumm. Ahhhhh”
Karena cuma tanganku yang bekerja, akupun
ber-inisiatif mencium perutnya kembali. Lalu aku
menjilati pusarnya. Saat aku menjilati pusarnya,
badannya menggeliat. “Euuhhh, ahhhhhh” .
Karena badannya menggeliat, otomatis tanganku
yang cuma mengelus daerah dibawah pusar dan
cuma sebatas celana, akhirnya masuk
kecelananya. Aku mulai merasakan bulu-bulu
kemaluannya. Aku melanjutkan ciumanku di
pusarnya dan memainkan tanganku di dalam
celananya. Bella terus mendesah keenakan “Uhh,
ahhhhhh. Eummm.” Dia mendesah tanpa
memberikan sepatah katakapun.
Tiba-tiba Bella mengajakku ke kamarku yang
satu lagi. Berhubung kamarku yang didepan
cuma memiliki tempat tidur untuk satu orang,
jadi dia mengajak untuk ketempat tidur yang
lebih besar. Lalu aku meng-iyakan dan
menggendong Bella kekamarku. Keadaan
rumahku saat itu sangat sepi. Yang ada
hanyalah ayahku. Rumahku lumayan luas,
sehingga biarpun seluruh keluarga berkumpul,
tetap saja akan terlihat sepi. Apa lagi ketika
sepi, jadi makin-makin deh sepinya.
Sampai dikamar, aku menurunkan Bella ketempat
tidur. Lalu mengunci kamar. Kami melanjutkan
ciuman kami dan aku melanjutkan memasukkan
tanganku kecelananya. Aku mulai menciumi
pusarnya lagi, Bella semakin terangsang, hingga
dia menuntun tanganku untuk masuk lebih dalam
lagi.
Saat Bella menuntunnya, aku merasakan ada
cairan yang membasahi celana dalamnya. Lalu
aku mulai mengelus ngelus vaginanya. Bella
mendesah keenakan. Karena merasa terhalang
celana, aku-pun bertanya untuk melepaskan
celananya
A : Kk lepas ya celananya? Ngalangin
B : Euhh, iya. Lepas aja. Ahhhh
Bella menjawab sambil mendesah keenakan.
Akhirnya aku melepaskan celananya serta celana
dalamnya. Bella menutup selangkangannya
mungkin karena malu. Aku-pun meraba kembali
vaginanya. Berhubung masih newbie, jadi aku
mengelus-ngelus saja karena tidak tau lubang
vaginanya dimana, tapi bella menuntun jariku
dan memasukkan jariku kedalam lubang
vaginanya.
Ketika jariku sudah masuk, aku mulai
memainkannya.
B : Ahhh, shhh. Pelan-pelan. Sakit… Euh… Ahh
A : Iya, sabar ya..
Karena sudah terlalu lama foreplay, akhirnya aku
mengganti posisi. Aku ingin menjilati vaginanya.
Terlihat Bella yang masih malu menutupi
selangkangannya
A : Kenapa? Malu ya? Hehe
B : Eum.. Ya..
A : Udah gk pp, buka aja..
Lalu aku perlahan membuka pahanya yang
menutupi vaginanya. Setelah dibuka, aku
langsung menjilati vaginanya dan klitorisnya.
Bella menggenggam kasur dan mendesah “Shhh,
ahhhh. Pelann. AAhhhhh”
Aku mengabaikan desahannya, aku terus
menjilati vaginanya dan klitorisnya. Vaginya
masih mulus dan ditumbuhi oleh rambut-rambut
halus. Ketika mau menjilatinya, aku sedikit
merasa jijik karena belum pernah. Tapi aku
beranikan diri, dan saat aku menjilat terasa asin
dan terasa ada aroma wangi dari vaginanya.
Sekitar 10 menit aku menjilatinya, lalu Bella
semakin mendesah.
B : Uhhh, geliii. Ahhhh. Ahhhhhhh. Shhhhh.
AHHHHHH
Aku baru sadar Bella telah keluar.Foto Cantik Bule Main Billiard
B : Basah ya?
A : Iya, nih. Eh gantian dong.
Aku meminta gantian untuk Bella menjilati
penisku. Dia malu-malu untuk membuka
celanaku. Lalu aku membujuknya dan menutup
diri kami berdua memakai selimut.
Di dalam selimut iya melepaskan celanaku lalu
meraih penisku yang sudah tegang sejak tadi.
Aku menuntunnya untuk mengoral penisku.
A : Cium dong..
Lalu bella mencium penisku. Hanya kepalanya
saja yang iya cium, lalu dia bilang “asin..” .
Mungkin karena masih malu atau bagaimana,
bella tidak melanjutkan oralnya. Dia mengocok
penisku di dalam selimut. Karena aku sudah
merasakan ingin keluar, aku mengajaknya untuk
mengocok penisku di kamar mandi.
Kami pindah kekamar mandi, lalu aku
memintanya lagi untuk mengocok penisku
kembali. Dia memelukku dan kembali mengocok
penisku. Berhubung masih pertama, dia belum
lihai dalam mengocok penis. Berkali-kali aku
menyuruhnya mengganti tangan untuk membuat
nyaman (mungkin karena tangan yang satu
meluk, dan satunya lagi mengocok penis
makanya susah).
Aku menyuruhnya jongkok supaya lebih mudah
mengocok, tetapi dia tidak mau. Dia masih malu
untuk melihat penisku. Karena posisi yang
kurang nyaman, aku ejakulasi sedikit lama. Dia
menatap mukaku dan bertanya
B : Kenapa lama?
A : Ya memang lama. Mana asik cepat-cepat..
Aku meraih tangan bella lalu membantunya
mengocok penisku. Karena sudah merasa mau
keluar, aku menyuruhnya mempercepat. Dan
lebih cepat lagi.
A : Mau keluar.. Ahhh ahh *Crottt*
Bella melihat spermaku yang keluar, dia kaget
melihat spermaku yang menyemprot sangan
banyak dan begitu deras.
Setelah spermaku keluar, aku merasa lemas.
Aku menyuruhnya untuk mencuci tangan lalu
memberesi pakaiannya. Sedangkan aku ingin
membersihkan penisku dikamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Bella sudah
selesai berpakaian dan membereskan tempat
tidurku yang berantakan karena ulah kami
berdua.
Setelah beres, kami kembali ke kamar depan.
*Krekkkk*
Terdengar suara pagar yang dibuka, ternyata
keluargaku telah pulang. Tepat waktu..
A : Pas tuh, keluarga baru pulang. Btw makasih
ya yang tadi, baru pertama kali ngerasainnya.
Love you.. *cium kening*
B : Iya.. Makasih juga ya
Lalu Bella memelukku erat.
Berhubung sudah sore, aku mengantarkan Bella
pulang. Kerumahnya

Author: 

Related Posts